test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI ALIANSI WARTAWAN PADANG ""

Keputusan Tegas Kapolres Akhiri Penantian Panjang, Iptu Roy Capri Siap Gas Pelayanan Maksimal

ADMIN MEDIA
0

 

Sawahlunto — Jejak luka lama yang membekas sejak 25 November 2011 akhirnya menemukan titik terang. Setelah lebih dari satu dekade menjalani pelayanan dalam keterbatasan pasca pembakaran kantor oleh oknum masyarakat di Talawi, Satuan Lalu Lintas Polres Sawahlunto kini berdiri kembali dengan wajah baru. Kebangkitan ini lahir dari keputusan strategis Kapolres Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., yang menjadikan pembangunan kantor Satlantas sebagai prioritas nyata pemulihan pelayanan publik.

Peristiwa kelam 2011 sempat memaksa Satlantas bekerja tanpa fasilitas memadai. Aktivitas administrasi, pelayanan masyarakat, hingga operasional penegakan hukum tetap berjalan, namun dalam kondisi jauh dari ideal. Bertahun-tahun situasi tersebut seolah menjadi beban senyap yang dipikul para personel.

Momentum perubahan muncul saat tongkat kepemimpinan berada di tangan AKBP Simon Yana Putra. Ia tidak melihat persoalan sebagai warisan masalah semata, melainkan tanggung jawab yang harus dituntaskan. Baginya, pelayanan publik tidak boleh terus berjalan dalam bayang-bayang keterbatasan infrastruktur.

“Peristiwa 2011 adalah ujian berat. Tapi negara harus hadir. Di masa saya menjabat, pembangunan kantor Satlantas harus diwujudkan agar pelayanan kepada masyarakat kembali maksimal,” tegas AKBP Simon Yana Putra.

Langkah tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol pemulihan martabat institusi di mata masyarakat. Gedung baru menjadi penanda bahwa fase stagnan telah ditutup, diganti semangat pembenahan.

Di garis operasional, Kasat Lantas Polres Sawahlunto Iptu Roy Capri Tiskrtono, S.H., M.H. menyebut keputusan Kapolres sebagai titik balik sejarah bagi jajarannya. Ia merasakan langsung bagaimana personel bertahan selama lebih dari sepuluh tahun dengan sarana terbatas.

“Selama lebih dari satu dekade pasca pembakaran, kami menjalankan tugas dengan kondisi seadanya. Baru di masa kepemimpinan Bapak Kapolres AKBP Simon Yana Putra, kantor Satlantas akhirnya bisa dibangun kembali. Ini sejarah penting bagi kami,” ujarnya.

Roy Capri memastikan gedung baru bukan hanya soal kenyamanan, tetapi fondasi peningkatan mutu kerja. Pelayanan administrasi lalu lintas, penegakan hukum, hingga edukasi keselamatan jalan akan diperkuat. Ia juga menekankan bahwa fasilitas baru harus diiringi peningkatan disiplin dan integritas personel.

Pendekatan humanis tetap menjadi garis utama. Menurutnya, masyarakat bukan hanya objek penertiban, tetapi mitra dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

Kapolres Simon Yana Putra pun memberi apresiasi terhadap loyalitas Satlantas yang tetap berdiri melayani meski tanpa kantor layak selama bertahun-tahun. Dedikasi itu, katanya, menjadi alasan kuat mengapa pembangunan harus diprioritaskan.

“Saya melihat sendiri bagaimana mereka tetap melayani masyarakat meski penuh keterbatasan. Itu pengabdian yang harus dijawab dengan kebijakan tepat,” ungkapnya.

Di sisi lain, masyarakat Sawahlunto menyambut berdirinya kembali kantor Satlantas dengan harapan besar. Bagi warga, bangunan baru ini bukan hanya fasilitas, tetapi tanda bahwa pelayanan publik bergerak ke arah lebih baik.

“Sudah lama kami menunggu. Sekarang kantor Satlantas berdiri lagi. Mudah-mudahan pelayanannya makin baik dan tertib,” kata seorang warga.

Dari puing masa lalu, Satlantas Sawahlunto kini melangkah ke fase baru. Di bawah kepemimpinan AKBP Simon Yana Putra dengan eksekusi lapangan oleh Iptu Roy Capri Tiskrtono, wajah pelayanan lalu lintas di kota tambang bersejarah ini berubah arah—menuju profesionalisme, kedekatan dengan masyarakat, dan pemulihan kepercayaan yang sempat tergerus waktu.

EYS

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)