PADANG | Momentum peringatan Jumat Agung dan Minggu Paskah di Sumatera Barat tahun ini terasa lebih sejuk dengan pesan penuh makna dari Dansat Brimob Polda Sumbar, Lukman Syarif Dandel Malik. Sosok perwira menengah Polri tersebut kembali menunjukkan sisi humanisnya dengan menyampaikan ucapan dan ajakan yang menyejukkan bagi umat Kristiani serta seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pesannya, ia menekankan bahwa Jumat Agung bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan refleksi mendalam tentang pengorbanan dan ketulusan. Sementara itu, Paskah dimaknai sebagai simbol kebangkitan dan harapan baru yang relevan bagi kehidupan sosial masyarakat yang majemuk, khususnya di Sumatera Barat.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam kedua momentum suci tersebut dapat menjadi landasan kuat dalam membangun kehidupan yang harmonis. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga menghayati makna kasih, kepedulian, serta semangat persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Dansat Brimob itu juga menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak semata menjadi tugas aparat melalui patroli dan pengamanan, melainkan juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga sikap saling menghormati. Ia percaya, kedamaian sejati lahir dari kemampuan menerima perbedaan sebagai kekuatan bersama.
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa toleransi bukanlah sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagai aparat negara, Brimob memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat nilai kebangsaan.
Di lingkungan internal Brimob Polda Sumbar, nilai kebersamaan lintas latar belakang terus ditanamkan sebagai bagian dari budaya organisasi. Hal ini menjadi pondasi penting dalam menjalankan tugas sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Pesan yang disampaikan tersebut pun mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai, langkah sederhana namun sarat makna itu mampu memperkuat semangat persatuan serta menghadirkan wajah Polri yang lebih humanis di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, ia berharap semangat Jumat Agung dan Paskah dapat menjadi energi baru bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat iman, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, Sumatera Barat yang aman, damai, dan rukun bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan yang terus dirawat bersama.
EYS
