PADANG, — Suasana ruang kelas di SMA Negeri 15 Padang tampak berbeda dari biasanya. Bukan guru mata pelajaran yang berdiri di depan, melainkan para jaksa yang hadir membawa misi penting: menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada para pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Tahun 2026.
Program yang digagas Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat ini menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas serta pemahaman hukum yang kuat. Di tengah maraknya persoalan remaja, kehadiran jaksa di lingkungan sekolah dinilai sebagai pendekatan yang tepat dan relevan.
Dengan gaya penyampaian yang santai namun berbobot, para pemateri berhasil mencairkan suasana. Siswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Interaksi dua arah ini membuat materi hukum yang kerap dianggap berat justru terasa mudah dipahami.
Topik yang diangkat pun sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar. Mulai dari bahaya penyalahgunaan narkotika, maraknya perundungan (bullying), hingga berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi berujung pada pelanggaran hukum.
Di hadapan para siswa, jaksa menegaskan bahwa tindakan seperti bullying bukan sekadar candaan atau kenakalan biasa. Ada konsekuensi hukum yang bisa menjerat pelaku jika tindakan tersebut melampaui batas. Penjelasan ini sontak membuka wawasan para pelajar yang sebelumnya mungkin belum memahami dampaknya secara menyeluruh.
Tak hanya itu, ancaman narkoba juga menjadi perhatian serius dalam penyuluhan tersebut. Para siswa diingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika bukan hanya merusak kesehatan dan masa depan, tetapi juga dapat membawa mereka berhadapan dengan hukum.
Program JMS ini sekaligus menjadi jembatan untuk mendekatkan aparat penegak hukum dengan generasi muda. Citra jaksa yang selama ini identik dengan ruang sidang dan proses hukum yang kaku, perlahan diubah menjadi sosok yang edukatif dan bersahabat.
Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan ini. Edukasi hukum dinilai sebagai bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan sosial di era modern. Dengan pemahaman yang baik, para pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.
Lebih dari sekadar penyuluhan, program ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka kenakalan remaja. Dengan membekali siswa pengetahuan hukum sejak dini, potensi pelanggaran dapat diminimalisir.
Ke depan, kegiatan Jaksa Masuk Sekolah diharapkan terus diperluas ke berbagai sekolah lainnya di Sumatera Barat. Upaya ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang sadar hukum, berkarakter kuat, dan siap membawa bangsa ke arah yang lebih baik.
(EYS)
