Padang — Kepolisian Daerah Sumatera Barat mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Singgalang 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta sebagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan optimal kepada masyarakat selama periode Lebaran tahun 2026.
Rakor yang berlangsung di Kota Padang tersebut dihadiri oleh unsur TNI, pemerintah daerah, instansi perhubungan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan lintas sektor ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi dinamika pengamanan Lebaran, terutama dengan adanya tantangan kondisi infrastruktur pasca-bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Dalam arahannya, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pengamanan Lebaran bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Ia mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu Sumatera Barat dilanda musibah bencana alam yang berdampak pada kondisi infrastruktur di beberapa jalur utama. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi kelancaran arus mudik, baik kendaraan yang datang dari Pulau Jawa menuju Sumatera Barat maupun sebaliknya.
“Kehadiran kita adalah wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat. Namun kita juga harus memahami bahwa masih ada beberapa infrastruktur yang belum sepenuhnya optimal digunakan akibat bencana beberapa waktu lalu. Ini tentu perlu kita antisipasi bersama agar tidak menimbulkan hambatan dalam arus mudik,” ujar Kapolda.
Operasi Ketupat Singgalang 2026 sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, Polda Sumbar akan mengerahkan sebanyak 2.285 personel Polri yang didukung oleh 1.851 personel gabungan dari TNI serta berbagai instansi terkait lainnya.
Kapolda juga memaparkan hasil evaluasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pada periode sebelumnya. Berdasarkan data yang dihimpun, angka kriminalitas di Sumatera Barat mengalami penurunan signifikan sebesar 37 persen, dari sebelumnya 76 kasus menjadi 48 kasus.
Namun demikian, terdapat catatan khusus pada sektor keselamatan lalu lintas. Jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami peningkatan dari 86 kasus menjadi 108 kasus. Bahkan, jumlah korban meninggal dunia juga meningkat dari 13 orang menjadi 21 orang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kapolda menegaskan pentingnya langkah mitigasi sejak dini, terutama di titik-titik rawan kecelakaan atau yang dikenal sebagai blackspot.
Ia menginstruksikan kepada jajaran Direktorat Lalu Lintas bersama Dinas Perhubungan untuk melakukan pemetaan dan penanganan lebih awal terhadap titik-titik rawan tersebut. Selain itu, sistem rekayasa lalu lintas seperti penerapan one way juga akan dievaluasi secara harian untuk mencegah terjadinya kepadatan kendaraan secara ekstrem.
“Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama. Saya minta jajaran Lantas dan Dinas Perhubungan melakukan mitigasi sejak dini di titik-titik rawan. Sistem one way juga akan kita evaluasi setiap hari agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berlebihan,” tegasnya.
Dalam pemetaan yang dilakukan Polda Sumbar, terdapat sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi. Di antaranya 58 titik rawan tanah longsor, dua lokasi rawan banjir, serta 50 titik rawan kepadatan arus lalu lintas.
Selain itu, Polda Sumbar juga menyiapkan 81 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri dari 37 Pos Pengamanan (Pos Pam), 41 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan tiga Pos Terpadu yang akan menjadi pusat koordinasi berbagai instansi selama operasi berlangsung.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menjelaskan bahwa pendekatan yang akan dilakukan selama Operasi Ketupat Singgalang 2026 lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif.
Menurutnya, kepolisian tidak hanya fokus pada penegakan hukum semata, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi jalur yang akan dilalui, terutama jalur alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari kepadatan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik agar selalu memperhatikan informasi terbaru mengenai jalur perjalanan. Beberapa titik seperti jalur Malalak dan jembatan yang masih dalam tahap perbaikan perlu menjadi perhatian, sehingga kerja sama masyarakat sangat penting untuk kelancaran arus mudik,” jelasnya.
Melalui Operasi Ketupat Singgalang 2026, aparat gabungan juga akan melakukan pengamanan terhadap lebih dari 4.040 objek penting di seluruh wilayah Sumatera Barat. Objek tersebut meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Id, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan hingga berbagai destinasi wisata yang diperkirakan akan dipadati masyarakat selama libur Lebaran.
Dengan koordinasi lintas sektoral yang kuat serta kesiapan personel di lapangan, diharapkan pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat.
EYS
