SUMBAR – Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat terus memperkuat upaya membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026. Di bawah komando Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., operasi ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
Keselamatan berlalu lintas menjadi perhatian utama karena masih tingginya angka pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pendekatan humanis, Ditlantas Polda Sumbar berupaya mengajak masyarakat memahami bahwa setiap aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi seluruh pengguna jalan.
Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan. Menurutnya, disiplin berkendara bukan hanya bentuk ketaatan terhadap hukum, tetapi juga wujud tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam Operasi Patuh Singgalang 2026, terdapat tujuh jenis pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan karena dinilai memiliki kontribusi besar terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
Pelanggaran pertama adalah tidak menggunakan helm standar saat mengendarai sepeda motor. Ditlantas Polda Sumbar menilai masih banyak pengendara yang mengabaikan penggunaan helm, padahal perlengkapan keselamatan tersebut berperan penting dalam melindungi kepala dari risiko cedera berat saat terjadi kecelakaan.
Selain itu, penggunaan telepon genggam saat berkendara juga menjadi perhatian serius. Aktivitas seperti membalas pesan, menerima panggilan, atau memeriksa notifikasi ketika kendaraan sedang melaju dapat mengurangi konsentrasi dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Pengendara di bawah umur turut menjadi sasaran pengawasan dalam operasi ini. Fenomena anak-anak yang mengendarai kendaraan bermotor masih ditemukan di sejumlah daerah. Padahal secara usia dan kemampuan, mereka belum memiliki keterampilan yang cukup untuk menghadapi berbagai kondisi lalu lintas yang dinamis.
Pelanggaran lain yang menjadi fokus penindakan adalah melawan arus lalu lintas. Kebiasaan mencari jalan pintas demi menghemat waktu justru sering berujung pada kecelakaan yang membahayakan banyak pihak. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
Ditlantas Polda Sumbar juga mengingatkan pentingnya penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi maupun penumpang kendaraan roda empat. Sabuk pengaman memiliki fungsi vital dalam mengurangi risiko cedera saat terjadi benturan atau kecelakaan.
Selanjutnya, pelanggaran batas kecepatan menjadi perhatian karena sering menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin kecil peluang pengemudi untuk mengantisipasi kondisi darurat yang muncul secara tiba-tiba di jalan.
Sementara itu, berkendara di bawah pengaruh alkohol menjadi pelanggaran prioritas lainnya. Kondisi tersebut dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat refleks, serta mengganggu kemampuan pengemudi dalam mengambil keputusan sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan bersama.
Menurut Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, keselamatan tidak boleh hanya dipahami sebagai kewajiban saat ada petugas di lapangan. Kesadaran untuk tertib berlalu lintas harus tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Jangan menunggu terjadi kecelakaan baru menyadari pentingnya keselamatan. Patuhi aturan, lengkapi perlengkapan keselamatan, dan jadilah pelopor tertib berlalu lintas. Keselamatan Anda adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Melalui Operasi Patuh Singgalang 2026, Ditlantas Polda Sumbar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Dengan kepatuhan yang lebih baik, angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat diharapkan dapat terus ditekan sehingga tercipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang semakin optimal.
**EYS
